Layakkah ChangAn Esemka Melenggang di Jalan Raya?

Lepas dari perdebatan antara ESEMKA produk dalam negeri atau ChangAn hasil produksi Changan Automobile Corp. maka yang utamanya perlu dilakukan adalah serangkaian test ketat untuk uji utk mengetahui layak tidaknya kendaraan ini melenggang di jalan raya.

Salah satu tes ketat terhadap produk ini dan harus mendapat sertifikasi kelayakan dari asuransi keselamatan international terakreditasi dan independen adalah uji tabrak. Mengapa ini perlu dilakukan?

Karena jangan hanya ingin menggenjot produk kendaraan dalam berbagai alasannya tapi abaikan keselamatan pengendaranya. Keselamatan warga pengendara adalah hal standar vital, utama yang tak boleh dimanipulasi sama sekali. Ingat semboyan negara melindungi rakyatnya bukan menmpatkan rakyat dalam bahaya.

Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (IIHS) pernah mengadakan pengujian terhadap mini truck ChangAn Tiger Star 2110 dan dirilis di web IIHS.

Tes IIHS mengevaluasi dua aspek keselamatan: crashworthiness – seberapa baik kendaraan melindungi penumpangnya dalam kecelakaan – dan kemampuan penghindaran kecelakaan dan mitigasi – teknologi yang dapat mencegah kecelakaan atau mengurangi keparahannya.

Tes ini Meliputi:
1. Tes tabrakan frontal 2. Tes tabrakan samping 3. Uji kekuatan atap 4. Tes sandaran kepala & kursi 5. Tes pencegahan kecelakaan depan.

Fakta tes terhadap Mini Truk ChangAn dan hasilnya:

Tiger Star ChangAn bergerak pada 25 mph diuji tabrak dengan pickup Ford Ranger kecepatan 35 mph. Boneka Tiger menderita “cedera” yang parah, termasuk kemungkinan cedera leher pengemudi yang serius. Boneka Ranger tidak mengalami cedera. Mengapa demikian?

ChangAn seharusnya merupakan kendaraan Low Speed Van (LSV) atau kendaraan berkecepatan rendah yang hanya digunakan dalam lingkungan yang terbatas atau ditempat yang tidak terlalu ramai. Penggunaannya tidak dimaksudkan bersama kendaraan pick up standar lainnya apalagi digunakan di lalu lintas ramai dengan kendaraan yang lebih besar.

Fakta awalnya semua kendaraan berjenis LSV dan juga kendaraan listrik digunakan masyarakat untuk berkeliling lapangan golf dan kemudian diberikan akses ke jalan-jalan yang lebih besar terutama untuk memungkinkan pengemudi mereka untuk membawa mereka dari satu lapangan golf ke lapangan golf lainnya.

Kemudian kendaraan jenis ini mulai terbiasa dipakai masyarakat di perumahan yang terjaga keamanannya, dan membawa pengemudi ke toko-toko lokal untuk berbelanja.

Kendaraan Berkecepatan Rendah (LSV) adalah klasifikasi sah mobil yang secara hukum terbatas pada kecepatan tertinggi 25 mph, dan tidak diharuskan memiliki kantung udara atau lulus uji tabrak.

Kebijakan negara yang melegalkan penggunaan mobil modifikasi LSV menjadi mini truk dengan kecepatan 30 Mph hingga 45 Mph telah menjadikan kendaraan menjadi sangat tidak aman, membahayakan pengendaranya dan tidak memenuhi standar mobil pick up pada umumnya.

Masa iya produk gagal uji diloloskan dijual dengan beresiko tinggi membunuh warganya sendiri?

Bila ini diabaikan maka harus ada mekanisme tuntutan kepada pejabat pemberi ijin dan pabrik nya untuk hukum perdata sekaligus hukum pidana dalam hal kelalaian menyebabkan cedera atau mati atau potensi mematikan orang lain. Jangan cuma pengemudinya saja yang disalahkan. Sekian

Adi Ketu

Sumber referensi :
https://www.consumerreports.org/…/video-iihs-repo…/index.htm
www.iihs.org
https://www.youtube.com/watch?v=dX5HTFEID9M

sumber foto : IIHS Test ChangAn vs Ford , you tube

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.