Darurat Sipil dan Penolakannya..

Saya dukung sepenuhnya pemerintah tegas tetapkan darurat sipil segera.

Banyak diantara masyarakat yang tidak sadar bahwa kita semua tengah berperang.Pilihan menghadapi situasi ini hanya dua , Selamat atau Mati
.
Namun banyak pemangku kepentingan, anggota LSM dan sebagian masyarakat yang menolak dengan alasan ekonomi. Memangnya bila dihadapkan dengan resiko mati masih bicara ekonomi ? Padahal terpenting adalah bertahan sebelum terlibas..

Ada lagi masyarakat yang aku temui dan sarankan untuk diam di rumah, malah katakan.. khan ada Alloh.. Waduh…

Orang orang yang seperti ini ingin rasanya aku masukan ke kandang macan yang belum makan seminggu trus ingin tahu reaksi orang ini kemudian di dalam kandang.

Pikiran lainnya kira kira orang ini berani apa tidak untuk berdiri di tengah rel kereta api dua menit sebelum kereta lewat ? aku pingin tahu reaksi orang orang seperti ini.

Demikian juga orang orang LSM atau pejabat atau pihak tertentu yang banyak bicara menolak Darurat Sipil ..apa mereka tidak sadar bahwa semua orang berpotensi sebagai pembawa virus mematikan ini?

Bila mereka seperti orang sehat dan belum ada tanda tanda sakit yang berpotensi mati bukan berarti dia bukan pembawa .

Dia mungkin masih sehat karena kesehatannya baik , dan tidak berpengaruh pada dirinya untuk sementara, tetapi karena tidak sadar, dia juga tidak tahu bahwa dirinya adalah sumber penyebaran virus ?
Kemudian dia berbicara, bergaul dengan masyarakat lingkungan yang imunitasnya lebih rendah karena tingkat kebugaran dan kesehatannya rendah. Maka kemudian virus itu menular pada orang lain dan orang lain lagi dan orang lain lagi dimana orang itu bergaul..

Maka bila tidak diputus mata rantai ini segera maka musuh akan terus bergerilya mengintai calon korbannya. Apakah ini akan dibiarkan terus hingga semua orang tertular baru diterapkan darurat sipil ? Bodoh namanya…

Bila alasan ekonomi, maka siap siaplah semua anggota masyrakat sejak dini mulai saat ini untuk siaga kebutuhan pokok minimal sebulan

Pemerintah juga tentu tak diam. Bantuan bantuan keuangan dan natura akan mulai disebar bila masyarakat bisa diatur dan diam dirumah, hanya keluar dimana perlu.

Rumah sakit saat ini sudah kelebihan pasien, tenaga medis, dokter, perawat juga sudah kewalahan menangani pasien sehingga yg punya gejala ringan diminta pulang saja ke rumah untuk mengisolasi diri.

Apakah keputusan ini masih harus diributkan lagi ? Anda ribut tapi tak punya solusi. Solusi apa yang anda sarankan bila pilihan hanya ada dua , sehat atau mati ? Bila mau mati, silakan saja tapi jangan ajak orang lain dunk..

Jangan sekedar bisa ribut. Tapi tak punya solusi… Bila demikian halnya maka anda tak ubahnya seperti kanak kanak yang cuma bisa merengek menuntut . Ini karena anda tak paham seberapa dahsyat sebenarnya kemampuan musuh kita bernama Coronavirus Wuhan China atau Covid-19. Sekian

Adi Ketu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.