Selamat Jalan Cahaya dari Madinah…

Saya pernah menuliskan tentang SAJ (44 th) seorang ulama dari Madinah ini beberapa waktu lalu.

Sebagaimana orang orang Madinah, tutur kata dalam mengungkapakan sesuatu itu lembut,berbeda dengan cara orang orang Mekah, karena ini khas cara bicara “orang gunung” bila ikuti istilah saya. Lembut bukan berarti tak tegas, demikian yang tercermin dari seorang ulama Madinah ini.

Ini tercermin juga dari penyajian tausiyah SAJ yang menyejukan jiwa.

Berbeda dengan ulama Mekah yang suka terus terang dan agak sedikit keras dalam tutur kata dan sampaikan kehendaknya karena memang demikianlah karakter orang Mekah yang dipengaruhi suasana alamnya.

Maka ketika tanggal 13 September 2020, SAJ ditikam oleh seseorang yang kemudian dikenali dengan nama AA (24 tahun) ,ketika tengah berdakwah di Lampung, saya merasa aneh dan demikian marah.

Mengapa seorang yang aku ketahui demikian berhati hati dalam mengungkapkan ceramahnya termasuk dalam pilihan katanya bahkan terhadap seseorang yang berbeda keyakinan, sekalipun menjadikan seseorang tidak suka padanya? aneh..apakah motivasinya atau apakah ada scenario yang jadikan anak ini seorang martir?

Adakah keinginan pihak tertentu yang secara sengaja memancing agar terjadi peristiwa Talangsari, Lampung ke dua? agar bisa di skenariokan tudingan radikalisme agama yang pada gilirannya berkait dengan harapan adanya kucuran dana?

Namun biarlah, semoga pencipta scenario itu bila ada dilaknat Allah SWT.

Kini 14 Januari 2021 ulama besar ini meninggalkan dunia dengan sebab sakit untuk menghadap pada Sang Maha Pencipta Segala.

Raganya mungkin tiada lagi. Namun ajaran ulama Cahaya dari Madinah ini akan terus menerangi langkah langkah bagi umat manusia selanjutnya.

Salah satunya yang dituliskan dalam bukunya Cahaya Dari Madinah ini yang juga bisa dibaca online atau di download di
http://bacaan-indo.blogspot.com/…/cahaya-dari-madinah…

Selamat Jalan Wahai Kekasih Allah.. Cahaya Allah yang kau sebarkan tak redup walau ragamu telah tiada..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’ fu anhu. “Ya Allah! Ampunilah almarhum, berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya.”

Amiin.

Adi Ketu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.