Tentang Agriterorisme, Merusak Ketahanan Nasional Tapi Masih Diabaikan

Agriterorisme masih merupakan barang asing bagi publik dan sebagian besar pemangku kepentingan Indonesia.

Ancaman agriterosrisme masih belum menjadi perhatian tinimbang radikalisme yang dituduhkan pada agama tertentu.

Yang pada dasarnya dilatari persaingan perebutan kepopuleran dan persaingan geoekonomi antar masyarakat yang berbeda kepercayaan.

Agriterorisme merupakan salah satu bentuk Bioterorisme.

Penggunaan agen biologi sebagai alat atau senjata untuk merusak wilayah negara target, baik ditujukan pada orang maupun sumber daya pokoknya. Sasarannyapun luas, tidak menyasar kepercayaan tertentu.

Candu, opium menjadi salah satu alat bioterorisme yang menyerang daya tahan suatu bangsa yang paling terkenal dan lama. Sasaran utamanya adalah orang per orang hingga melemahkan kemampuan satu generasi.

Jatuhnya China di masa lalu oleh Inggris karena candu. Sekarang malah candu sudah dipakai sebagai salah satu senjata biologi China pula.

Bukankah China saat ini merupakan salah satu produsen dan salah satu supplier candu terbesar untuk wilayah Asia?

Sementara bentuk bioterorisme yang lain adalah penggunakan agen biologi untuk menyerang rantai makanan (supply chain) utama manusia yaitu bidang pertanian dan peternaan.

Hasilnya menurunnnya ketahanan pangan nasional. Ini yang dimaksud agriterorisme atau agroterorisme.

Kerusakan yang ditimbulkan agriterorisme jauh lebih dahsyat dengan materi yang jauh lebih murah tinimbang bentuk bentuk terorisme dan alat terorisme lainnya.

Terutama makin menurunnya ancaman perang klasik militer di era modern sekarang ini karena makin meningkatnya penghargaan Hak Asasi Manusia.

Yang pasti, agriterorism belum menjadi titik perhatian utama BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Padahal ini jauh lebih nyata. Berpengaruh langsung pada ketahanan pangan nasional khususnya mengenai pertahanan pangan dan keamanan pangan…

Pertahanan pangan bisa diartikan sebagai upaya menghambat, mencegah, meminimalisir potensi serangan teroris yang disengaja kepada rantai pangan negeri.

Sementara keamanan pangan adalah upaya menghambat, mencegah dan meminimalisir potensi gangguan dan hambatan terhadap rantai pangan yang tidak disengaja.

Kelemahan atas keduanya, menjadi ancaman nyata ketahanan pangan. Berpotensi merusak, mendegradasi kemampuan ketahanan pangan secara nasional.

Entah apakah BNPT ada tenaga terdidik dan ahli untuk menangani ancaman ini.

Dalam skala kerusakan yang sama agroterorisme hanya membutuhkan sekitar $ 10 juta tinimbang besaran biaya untuk senjata nuklir yang mencapai biaya $ 1 milliar.

Masih ingat kejadian bagaimana tergopoh gopohnya Indonesia menghadapi kasus flu burung 2003 yang berasal dari China?

Berapa biaya yang ditimbulkan langsung dan tidak langsung oleh flu burung dan berapa biaya pemulihannya di Indonesia?

Kerugian 2004-2007 ditaksir Tidak kurang dari 4,1 Triyun (nilai saat itu USD = Rp.8800).
Itupun hanya dampak kerugian dalam bentuk banyaknya ayam yang dimusnahkan, berkurangnya permintaan terhadap produk unggas, berkurangnya konsumsi ayam dan telur di restoran, tambahan biaya yang dikeluarkan peternak dan pemerintah untuk penanganan flu burung serta berkurangnya kunjungan wisatawan.

Dampak tidak langsung seperti kerugian akibat hilangnya kesempatan kerja dan berkurangnya konsumsi protein hewani masyarakat yang pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia belum diperhitungkan.

Komnas FBPI pernah melakukan simulasi ekonomi dampak flu burung dengan basis data 2006, perhitungannya menyebabkan kerugian jangka pendek sebesar Rp 14 – Rp 48 triliun dan tentu saja kerugian jangka panjang akan jauh lebih besar.

Berapa biaya pemulihannya? belum ada data yang dipublikasikan.

Namun bisa diperkirakan dua kali bahkan lebih dari biaya kerugian jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam perhitungan sederhana kerugian total = biaya kerugian + biaya pemulihan = pengeluaran total. Bisa mencapai Rp. 200 T- Rp.250 T ? bisa jadi.

Dengan biaya kerugian sebesar itu sudah pasti postur ketahanan pangan nasional melemah.

Makin sulit untuk bangun normal ketika tahun 2008 ada krisis ekonomi kembali.

Itu akibat tidak seimbangnya sektor keuangan dengan sektor produksi karena adanya praktek monopoli sumber daya ekonomi oleh korporasi besar dan negara maju terhadap negara miskin.

Apakah dengan kondisi itu flu burung hanya diartikan sebagai kejadian wabah biasa?

Mengapakah tidak ada yang berpikir bahwa flu burung adalah suatu bentuk agriterorisme?

Apakah ada kaitan wabah flu burung dengan krisis ekonomi 2008?

Apakah bisa kita membaca bahwa agriterorisme dalam bentuk flu burung itu sengaja dilepaskan yang akan menimbulkan pelemahan ketahanan pangan suatu negara?

Terutama untuk memberikan kesempatan negara tertentu dan korporasi besar untuk melakukan ekspansi dan melakukan praktek monopoli sumber daya ekonomi pada suatu negara yang tengah goncang dengan kekuatan uangnya?

Jadi dengan melepaskan virus berbahaya, dengan mudah bisa menimbulkan kerusakan yang luar biasa.

Apakah luas wilayah terdampak lebih besar atau lebih kecil dengan kekuatan sebuah senjata nuklir yang berharga mahal?

Lebih besar pastinya. Di Indonesia saja, luas wilayah terdampak meliputi 31 propinsi dari 33 propinsi dengan sebaran meliputi 293 dari 473 kabupaten/kota dengan serangan terberat di Jawa, menyusul Sumatera, Bali dan Sulawesi Selatan.

Itu baru satu jenis agriterorisme.

Bagaimana dengan bentuk agriterorisme di bidang peternakan dan bidang pertanian lainnya seperti hama dan penyakit yang ditimbulkan oleh benih impor misalnya?

Bagaimana pula dengan kemungkinan serangan virus tertentu untuk tanaman atau penyelundupan tanaman bersifat predator?

Bagaimana dengan ijin pemeliharaan ikan alligator dan ikan piranha yang dibolehkan masuk ke Indonesia padahal berpotensi sebagai agen biologi terorisme?

Disinilah perlunya perhatian penuh dan skala prioritas dari BNPT sebagai lembaga utama pencegah dan pembasmi terorisme di Indonesia dan stakeholder terkait lainnya.

Bukan sekedar show of force menanggulangi terorisme yang menuduh organisasi tertentu berbau agama yang masih diragukan kebenarannya, juga melihat dampak yang ditimbulkannya.

Indonesia dalam sejarah tidak menyukai radikalisme. Itu pasti.

Semua organisasi keagamaan juga sudah disusupi intelejen untuk digembosi. Partai politik berdasar agama juga tidak pernah menjadi partai pemenang pemilu bukan?

Ini saja sudah bukti tak akan ada bentuk negara agama di Indonesia karena orang Indonesia tidak menyukainya.

Jadi saranku fokuslah pada bentuk terorisme yang lebih besar, yang lebih mengancam bangsa, bukan focus pada yang ecek ecek..

BNPT adalah lembaga professional bukan lembaga yang diisi oknum untuk menangani kasus ecek ecek khan?

Kata kunci untuk pencegahan agroterorisme adalah peningkatan aplikasi Biosecurity yang maksimal dan waspada terutama terhadap penyebarannya melalui produk pertanian atau peternakan impor. Jangan lengah…

Sekian

Adi Ketu

Sumber Referensi

  1. Agro-terrorism threat is real
    http://www.homelandsecuritynewswire.com/agro-terrorism…
  2. Agroterrorism targeting livestock: a review with a focus on early detection systems
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23971814/
  3. Agroterrorism: where are we in the ongoing war on terrorism?
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17388078/
  4. https://nonproliferation.org/category/types/type_biological/
  5. Agroterrorism: Threats and Preparedness
    https://fas.org/irp/crs/RL32521.pdf
  6. Biosecurity Guidelines for the Farmer or Producer
    http://www.international-food-safety.com/…/Biosecurity…
  7. REVIEW DAMPAK WABAH DAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN AVIAN INFLUENZA DI INDONESIA
    https://media.neliti.com/…/56246-ID-review-dampak-wabah….
  8. Wabah Flu Burung dan Kedahsyatan Dampak Ekonomi
    https://civas.net/…/wabah-flu-burung-dan-kedahsyatan…/
    dan sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.