Unrestricted Warfare dalam Vaksin Palu Arit dan Strategi Going Out China

Pemerintah Indonesia tengah sibuk memasarkan vaksin palu arit: Sinovac yang belum terbukti khasiatnya.

Padahal berita tentang sembuhnya orang orang di Wuhan China yang dipromosikan PKC China tidak ada hubungannya dengan Vaksin Palu Arit. Ini karena vaksin ini sendiri, menurut pengakuan pihak Sinovac sendiri baru tersedia (bila tidak gagal uji) awal 2021.

Di Indonesia pun sedang tahap uji klinis.

Sebelumnya, Indonesia sudah rugi dengan sengaja mengeluarkan dana milyaran rupiah karena membeli Rapid Test dari China yang ternyata tidak kapabel untuk penggunaannya. Tak kurang pihak Istana sendiri yang memperomosikannya kala itu.

Sekarang kali kedua pemerintah sangat meyakini barang China yang belum terbukti khasiatnya. Dan menurut keterangan resmi pemerintah Indonesia yang dilangsir media masa, Indonesia sudah memesan hingga 150-160 juta ampul vaksin Sinovac.

Harga vaksin yang dipromosikan pihak produsen per ampul USD 60 atau sekitar Rp. 900.000/ampul (kurs USD 1 = 15.000. Di tahun 2021 ditargetkan 30 juta ampul atau sekitar Rp.27.000.000.000.000 (Rp. 27 Trilyun ) dari pembelian bertahap total Rp. 675.000.000.000.000 (Rp. 675 Trilyun) yang akan dipaksa untuk disuntikkan kepada masyarakat Indonesia.

Mengapa dipaksa? karena berdasar berita media yang beredar, bagi yang menolak untuk divaksin akan dikenakan denda yang jumlahnya cukup besar (benarkah Rp.5-6 juta?).

Dari sudut Perang Tak Terbatas, maka sebenarnya Indonesia sudah jadi korban salah satu strategi Perang China yaitu Going Out yang dilapisi strategi China lainnya adalah perang Opini Public.

Strategi Going Out

Kebijakan Going Out pada dasarnya upaya PKC mendorong perusahaan China, yang didukung oleh cadangan devisa negara, untuk memperoleh aset dan memperluas bisnis di luar negeri. Inisiatif ini memfasilitasi ekspansi perusahaan China di seluruh dunia.

Pemerintah, bersama dengan Dewan China untuk Promosi Perdagangan Internasional (CCPIT) ), telah memperkenalkan beberapa skema untuk membantu perusahaan domestik China dalam mengembangkan strategi global untuk memanfaatkan peluang dalam perluasan pasar lokal dan internasional.

Tujuannya

  1. meningkatkan Investasi Asing Langsung China (FDI)
  2. mengejar diversifikasi produk
  3. meningkatkan level dan kualitas proyek
  4. memperluas saluran keuangan di pasar nasional
  5. mempromosikan merk perusahaan China di pasar internasional

Tetapi ekspansi mereka, sejalan dengan pola budaya Guan Xi China maka strategi ini penuh inefisiensi dan sangat memungkinkan untuk melakukan penyelewengan dana.

Penyelewengan ini bisa dilakukan baik antar perusahaan yang bekerjasama itu sendiri maupun pola kerjasama dengan lembaga dan pemerintahan setempat dimana mereka berinvestasi.

Tak heran maka Will Doig dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwa Belt Road Initiative adalah lahan korupsi besar besaran

https://foreignpolicy.com/…/the-belt-and-road…/

Namun saya tidak akan menyoroti pola korupsi dan mengenai korupsi dalam penanganan coronavirus.

Bila sahabat bersedia silakan membaca serangkaian tulisan yang menyorotinya yang dirangkum di
https://acgc.cipe.org/…/corruption-and-covid-19…/

Yang saya soroti adalah bahwa strategi Going Out bagaimanapun adalah salah satu strategi China untuk mendapat pijakan geostrategic baik ditinjau dari sisi geoekonomi maupun geopolitik.

Dan strategi ini pula yang dilakukan dalam mensukseskan ambisi globalnya.

Alasannya?

Saya pernah menulis dan meyakini bahwa Coronavirus adalah alat yang digunakan China untuk meraih keuntungan geopolitik dan geoekonomi , melalui program Health Silk Roadnya.

Silakan sahabat membaca bagaimana China menggunakan Coronavirus untuk meraih keuntungan geopolitik dan geoekonomi dalam tulisanku Coronavirus dari Agen Rakayasa Biologi Hingga Pengendalian Ruang Hidup yang saya tulis dalam dalam beberapa bagian.

Bagian I: China sengaja menggunakan strategi perang tidak biasa (dalam isitilah perang tak terbatas ) alias mau keluar dari pakem perang pada umumnya dengan menciptakan dan sekaligus berusaha mengendalikan wilayah perangnya sendiri yang memungkinkan dimenangkannya dengan memperhitungkan kekuatan dan kelemahan China secara global.

https://catatanadiketu.wordpress.com/…/isu-coronavirus…/

Bagian II: Persiapan Kesehatan Di Dalam Negeri China. Test awal, dimana lokasi yang intensif maka disitu epidemic saat ini lebih banyak menyebar. Melihat ketahanan dalam negeri.
https://catatanadiketu.wordpress.com/…/coronavirus…/
https://catatanadiketu.wordpress.com/…/faktakah-atau…/

Bagian IIIA: Suksesi Agenda dan Propaganda Melalui Agen China, Direktur WHO
https://catatanadiketu.wordpress.com/…/isu-coronavirus…/

Bagian IIIB: Strategi Misinformasi Menciptakan Musuh Bayangan
https://catatanadiketu.wordpress.com/…/coronavirus…/

Bagian III C: Dari Virus Rekayasa, Konspirasi , Propaganda hingga Diplomasi Topeng
https://catatanadiketu.wordpress.com/…/coronavirus…/

Bagian IVA: Pengendalian Jalan Sutra Kesehatan China
https://catatanadiketu.wordpress.com/…/coronavirus…/

Bagian IVB: Kegagalan dan Keberhasilan Diplomasi Topeng China di dunia Internasional
https://catatanadiketu.wordpress.com/…/coronavirus…/

Pertanyaan, nilai uang sedemikian besar tentu menarik minat banyak orang untuk ikut menikmatinya, apakah ini juga sebabnya gegap gempita nya memenangkan opini public? Entah.

Pertanyaan kedua, mengapa uang yang sedemikian besar tidak dialokasikan untuk sebesar besarnya menguapayakan pencegahan kesehatan. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?

Pertanyaan ketiga, Bukankah berita di Wuhan sendiri yang dipromosikan turunnya tingkat penularan dan kematian, bukan karena obat atau vaksin tetapi karena pencegahan semaksimal mungkin penularan dengan protocol kesehatan?

Pertanyaan ke empat, Bukankah vaksin sebagai upaya mengatasi epidemi adalah jalan terakhir bukan sebagai jalan pertama? Mengapa di Indonesia berbeda? Entah..

Adi Ketu

Referensi: Berbagai sumber media online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.